Game DMM Tentang Moefikasi Kuil Menuai Protes Dari Wakil Kuil di Jepang!

Yashiro Nihoeto

Sukses dengan moefikasi kapal perang dalam Kancolle dan pedang-pedangan ganteng dalam Touken Ranbu, kini DMM ingin kembali melanjutkan kesuksesan tersebut dengan game moefikasi kuil Shinto, yang diberi judul Yashiro Nihoeto. Game tersebut akan dirilis pada musim panas mendatang, dengan berbagai seiyuu populer yang berpartisipasi seperti Amamiya Sora, Marina Inoue, Saori Oonishi dan sebagainya. Kuil yang di moefikasi antara lain adalah Fushimi Inari di Kyoto, Kashima di Ibaraki, dan Kasuga Grand Shrine di Nara.

 

Namun karena menyinggung-nyinggung agama, maka game ini menuai sedikit kontroversi dan protes dari perwakilan kuil di Jepang. Salah satunya adalah fans yang bisa mencoba mengadu keberuntungannya dengan menarik fortune sekali sehari di websitenya. Fortune tersebut terbagi menjadi dua hasil, yaitu baik dan buruk, yang masing-masing memiliki asosiasi dengan kuil tertentu. Tentu saja, banyak yang merasa mengaitkan kuil tertentu dengan nasib baik atau buruk tersebut telah melampaui batas. Salah satu kuil di Kyoto yaitu Iwashimizu Hachimangu, juga protes karena namanya yang digunakan tanpa menggunakan ijin.

Katsuji Iwahasi, kepala dari Foreign Relations dalam asosiasi kuil Shinto, mempertanyakan apa dasarnya mereka melakukan hal ini. Iwahashi juga mengkhawatirkan hal lain, misalnya saja kuil yang ada ditampilkan dengan pemahaman Shinto yang rendah, seperti Kashima Shrine dan Kasuga Grand Shrine yang mestinya merupakan satu kesatuan namun dalam game tersebut diperlihatkan seperti dua karakter yang berbeda. Ia juga mengungkapkan tentang fortune yang bisa ditarik di website tersebut, jauh terlalu sederhana jika dibandingkan dengan fortune yang bisa kamu ambil langsung di kuil, tidak hanya baik dan buruk saja. Dikatakannya juga bahwa sistem fortune dalam game ini salah paham dan terlalu sederhana.

Tidak hanya itu, Ia juga menghawatirkan hal lain, bahwa nantinya akan ada penggemar game tersebut yang datang berkunjung ke kuil dan menganggapnya hanya seperti setting atau karakter dan melakukan hal yang tidak sopan yang dapat menganggu pengunjung lainnya yang berkunjung ke kuil tersebut. “Mungkin orang yang tidak memiliki pemahaman mendalam tentang kuil Shinto akan menyukai game ini”, imbuhnya.

Tidak tinggal diam, DMM pun memberi tanggapan atas protes tersebut, dengan sanggahan berupa bahwa game ini hanyalah fiksi dan menggunakan gambaran kuil Shinto, namun tidak memiliki hubungan dengan orang, tempat, dan organisasinya. Oleh karena itu hasil fortune-nya sama sekali tidak ada hubungan dengan kuil yang sesungguhnya. Bagaimana menurut kalian?

Comments

comments

Related Post

Anime enthusiast. Dreaming of living the dream through anime world. Originally (and still) a Graphic Designer. Very passionate to work in media industry and meet her idol directly.